Salingka Bukiktinggi

salingka bukiktinggi atau “sekeliling bukittinggi” merupakan sebuah sisa catatan perjalanan dalam rangka tugas negara di akhir september 2011 lalu. (hmmm bahasa nya ketinggian deh kayaknya hehe) sebut saja dinas luar. beruntung sekali tugas luar pertama kali ke tempat asal yang jujur terakhir kali di kunjungi 3 tahun yang lalu. Walaupun daerahnya tidak banyak berubah dalam kurun 3 tahun belakangan ini. Perjalanan dinas 4 hari dengan 3 kantor instansi vertikal mengunjungi tempat makan yang enak-enak plus objek wisata nilai plus dalam perjalanan ini dan memberikan kesan yang berarti. Mengunjungi tempat-tempat itu seperti menyadarkan aku sebagai orang minang tapi tidak mengenali tempat ku sendiri.

1.makan sate mak syukur

bukan bermaksud iklan atau sebagai nya tapi ini kayaknya ga lengkap klo ga lewat padang panjang makan sate mak syukur bumbunya yg enak ditambah daging sate nya yang empuk plus makan pake krupuk kulit (bayangin lagi jadi pengen lagi) pinjem kata kata pak bondan bener2 maknyusss.

2. makan itiak lado mudo (bebek cabe ijo)

makan bebek nya sih biasa tapi karena makannya di lembah ngarai sianok itulah yang tidak biasa. seumur-umur jadi orang minang baru sekali ini aku makan ke ngarai. ternyata tempat makan yang tersembunyi dan jalan yg berkelok kelok tidak membuat tempat itu sepi. mungkin rasa pedas bebeknya dan suasanannya menjadi penarik tersendiri orang untuk datang kesana ditambah lagi Marketing ala W.O.M (worth of mouth) dengan sukses membuat tempat ini rame.

3. Jalan-jalan k danau maninjau

walaupun sering kesana tapi mengunjunginya lagi seperti tidak pernah bosannya. Melewati sambil menghitung Kelok 44 menjadi keasyikan tersendiri. semuanya menjadi hal unik ketika berhasil pula makan ikan di tempat orang membudidayakan ikan. mungkin bagi sebagian orang tidak ada istimewa nya tapi ketika melihat banyak ikan dalam satu kolam semuanya menjadi luarbiasa memberi makan ikan merupakan satu kenikmatan tersendiri ketika melihat mereka berkerumun dan saling berlomba untuk memakannya.  di perjalanan pulang saya menemukan tempat “Aie tigo Raso (air tiga rasa) konon katanya air satu kolam beda rasanya. awalnya ga percaya dan sempat ogah-ogahan untuk minumnya mengingat tempatnya terbuka tapi setelah dicoba beneran berasa aneh tiap meminumnya 3x minum 3 x beda rasanya awalnya pahit, trus asin, trus manis.. kaga tau kenapa bisa beda2 rasanya tiap kali minum.

4. lembah anai dan pantai padang

melihat air terjun yang selalu kukunjungi tiap tahun klo libur lebaran dulunya. entah magnet apa yang mebuat ku ingin selalu kesana dan kesana.

yipiiie akhirnya ketemu pantai yang luasssss lagi setelah hanya puas di jakarta dengan pantai seipritnya. beruntunglah dipadang menginap di hotel Pa***r*n Beach , pas ke belakang langsung mentok laut. Serem juga sebenarnya inget-inget tsunami tapi untungnya  ga ada apa apa pas disana

5 . Finally I am coming Home

I am coming home to the place where I belong …..(nyontek lagunya Daughtry)

akhirnya setelah 4 hari bisa juga melipir k solok. walopun kota kecil tapi aku pernah 18 tahun hidup disana sebelum menginjakkan kaki d tanah jawa.

*sawah di depan rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s