sebuah renungan untuk diri sendiri

Jodoh itu rahasia Allah, hanya Dia yang tahu siapa jodoh kita. Jadi jangan segan meminta yang terbaik utk jodoh kita, agar pernikahan kita memberi ketenangan. Percayalah Allah pasti menjodohkan kita dengan orang yang sesuai untuk kita. Jodoh yang Allah pilihkan pasti bisa menutupi kekurangan kita, menjadikan hidup kita lebih lengkap, dan memberi warna yang lebih banyak pada kehidupan kita.

Bila kita diberi jodoh yang pemalas, berpikir positiflah bahwa Allah ingin kita rebih rajin. Bila kita diberi jodoh yang keji, segeralah bertaubat..mungkin kita pernah melakukan kekejian kepada orang lain. Jika kita belum dipertemukan dengan jodoh kita, berpikir positiflah bahwa Allah ingin kita lebih berbakti kepada orang tua kita dulu. Bila kita dipisahkan dari pasangan kita baik melalui kematian maupun perceraian, ikhlaskanlah Allah mungkin menyiapkan pengganti yang lebih baik bagi kita. Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan
(http://koleksiadcha.blogspot.com/2011/11/jodoh-dan-pernikahan.html)

tiba tiba saja saya tertarik mengklik sebuah Retweet dari sebuah akun seseorang ,tulisan blog nya berjudul Jodoh dan Pernikahan. menurut saya ini sangat menarik. sebuah isu yang hangat untuk saya sekarang ini.

ketika membacanya terus terang saya sedih, mengingat kealpaan saya selama ini.  banyak hal yang saya lewatkan dalam hidup ini.

Bagi yang belum menemukan jodohnya bisa juga dicoba cara2 berikut: (diambil dari tweet @halalcorner)
1. Datangi ayah dan ibumu, mohonkan maaf serta doanya, agar jalanmu mulus dlm men #jemputjodoh Sesungguhnya rido dan doa ortu mu adlh kekuatan paling dashyat bagimu
2. Pantaskanlah dirimu di hadapan Allah #jemputjodoh Bagaimana memantaskan diri pada Allah? Mulai introspeksi, bgm ibadah2 fardhu kita selama ini

saya mulai mengintrospeksi diri saya sendiri ibadah fardhu yang masih belum kusyu  dilaksanakan terkadang hanya sebagai peluntur kewajiban dan ibadah sunah yang saya lakukan seingatnya.. hidup dan ibadah yang sangat sangat fluktuatif membuat saya berpikir lagi apa ini balasan saya sebagai seorang hamba yang sudah begitu banyak diberikan nikmat, rezeki dan karunia oleh penciptanya.  saya yang masih merasa kurang dan kurang bersyukur terhadap apa yang selama ini didapatkan. dan begitu banyak kealpaan saya lainnya

saya juga teringat percakapan saya dengan teman-teman saya tadi siang yang wanti-wanti  jangan dengan “A” karena tidak akan  membawa kebaikan bagi saya dan sia-sia. saya merasa saya seperti salah langkah. tidak seharusnya saya memulai sesuatu dari awal yang saya tau itu salah dan siapapun pasti akan menentanggnya, yah sudah lah semakin diingat saya semakin merasa banyak salah. memperturutkan kata hati saya atau mulai berpikir lebih rasional.

saya tidak tau jodoh saya datang nya kapan, yah saya hanya berpositif thinking kalau saya masih belum “memantaskan diri ” , ibadah masih harus diperbaiki , saya masih harus berbakti kepada ibu saya, membantu keluarga saya dan mulai mengubah sikap dan pola pikir saya.

saya teringat sebuah tweet  “You can have it all, but not all at once” tidak semua yang kita inginkan akan langsung sekaligus kita dapatkan, lebih banyak bersabar dan berdoa semoga bisa menjadi ladang pahala bagi kita.

saya membuat post ini karena sepertinya saya sudah cukup arrrgghhh setiap kali saya galau, saya bingung menjawab pertanyaan ibu saya, melihat teman saya menikah dan saya menekankan pada diri saya “SAYA MASIH 24” banyak yang masih bisa saya lakukan

2 thoughts on “sebuah renungan untuk diri sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s